Selasa, 21 Februari 2012

KESUNYIAN

Setiap kali aku menutup mata,
Kulihat  lembah-lembah 

penuh dengan kegemilangan dan kebesaran,
Yang coba mengapai Langit.

Setiap kali aku menutup telingaku terhadap ingar-bingar kota,
aku mendengar gumam anak sungai,
Dan gerisik cabang pepohonan.

Kamis, 16 Februari 2012

Sahabatku, Kekuatanku




Bagai bintang dan segala
kebebasan di angkasa
Bagai cerita tentang rasa surga
Kita bersama Aneka warna hiasi alur algoritma
kehidupan
Terik dan sejuk adalah biasa Kalianlah sahabat-sahabatku,
penyejuk bagi jiwa
Senantiasa mendengar saat
kumengeluh, padahal kalianpun
sedang berada
dalam peluh Senantiasa membelai saat
kukecewa, padahal kalianpun
tengah ada dalam
gelisah Kalianlah sahabat-sahabatku,
hadiah indah dari surga
Penuntun saat terbuta
Payung saat hujan dan terik
Penerang saat berjalan dalam
lorong gelap Penunjuk saat tersesat
Penegur saat terlena
Pendengar setia saat bercerita
tentang segala
Pengangkat saat terpuruk
Ku… Kalianlah sahabat-sahabatku,
keindahan dalam hidup
Warna-warna agung sang pelukis
yang dicoretkan dalam lembar
hidupku
Komposisi lagu gubahan sang penyanyi yang mengisi semua
relung di
ragaku
Untaian kata terangkai sang
penyair yang menyejukkan rasa
panas hatiku Entah apa jadinya hidupku tanda
canda tawa kalian
Takkan ada nada lagu bagi
ragaku
Entah apa jadinya hidupku tanpa
celotek riang kalian Takkan ada penyejuk untuk
jiwaku Sahabat, kuyakini inilah takdir
Tuhan yang telah
mempertemukan dan
mengenalkan aku pada kalian
Menghujamkan di hati-hati kita
rasa saling sayang Dalam banyak waktu yang telah
kulewati bersama kalian
Dalam banyak kisah yang telah
kualami bersama kalian
Dalam banyak khayalan yang
tercipta bersama kalian Dan mimpi-mimpi yang terinspirasi
dari kalian
Sungguh kutelah mendapat
banyak hal Sahabat-sahabatku…
Tak selamanya hidup ini indah,
kita tahu itu
Terkadang ada yang datang, dan
ada yang pergi
Terkadang hidup begitu membahagiakan, terkadang juga
begitu menyakitkan
Terkadang aku menjauh dari
kalian
Terkadang kalian menjauh dariku
Tapi itulah hidup, kawan… Dan begitulah kehidupan
Dunia kadang sangat bersahabat
Tak jarang pula kehidupan
menjadi begitu pelik
Begitu pula dengan
persahabatan Persahabatan kita… Aku telah mencoba untuk selalu
tampil sempurna
Menjadi sahabat sesungguhnya
bagi kalian
Namun harus ku akui, tak jarang
kutemui kegagalan Hingga aku menjadi begitu
menakutkan Aku telah mencoba untuk selalu
tersenyum, membahagiakan
kalian
Namun aku menyadari kesalahan
Tak jarang aku menjadi begitu
angkuh dan egois Menyakitkan hati kalian Sesosok manusia dalam wujud
aku
Yang tengah mencari lokasi
kedewasaan
Terkadang begitu terpuruk dan
menyudutkan kalian Kekurangdewasaanku, dan
segala keterbatasan di diriku
Kebodohanku, dan segala
kekhilafanku
Seringkali menjadi jalan buntu
persahabatan Namun, lagi-lagi anugerah Tuhan
begitu indah
Kalian kembali tampil sebagai
jembatan kebahagiaan
Penuntun ke arah kedewasaan
Menyadarkanku dari segala khilaf Dan kembali membuatku
tersenyum menatap diri sendiri
Ah, kalianlah sahabat-sahabatku,
jembatan cinta hidup ini Dan kini, saat ini, satu bagian
dari episode hidup telah ku lalui
Kulalui bersama kalian
Satu jalan baru terbentang di
depan
Jalan yang semakin penuh dengan halang rintang dengan
satu titik terang
Mungkin kita akan bercerai-berai
Entah bagaimana kelak hidupku
tanpa kalian
Namun, aku ingin pastikan, jika kalianlah sahabat-sahabat
terbaik yang
pernah ku miliki Entah bagaimana ku harus
berucap terimakasih
Membalas segala yang telah kita
lalui bersama
Membalas segala keindahan hidup Yang kuraih hari ini adalah
berasal dari cinta kalian
Yang kupeluk hari ini adalah
berasal dari semangat kalian
Yang kurengkuh hari ini adalah
berasal dari senyum hangat kalian
Dan semangatku hari ini adalah
berasal dari tawa
membahagiakan dari
kalian Sahabat-sahabatku,
Mungkin mentari kita berbeda
Jalan tertujupun tak sama
Arti keindahan pada diri-diri kita
pun tidak serupa Dan untuk saat nanti yang tak
pernah kita pikirkan
Mari jalani saja apa yang ada
Tak usah pedulikan segala
Mari jadikan kisah kita kenangan
terindah di saat tua Dan untuk masa depan yang tak
pernah mampu kita ramalkan
Dengan segala pertanyaan
tentang masa-masa yang telah
kita lalui
Lihat saja segalanya dengan hati, dan pastikan segalanya akan
menjadi
indah Jika tak ada kenangan indah
yang mampu kuberikan untuk
masa depan
Ambillah sebait puisi ini, selipkan
dalam hatimu, sirami dengan
nyanyian Tuhan Sempatkanlah untuk memimpikan
aku saat kau tidur
Selayaknya aku yang selalu
memohon untuk dapat melihatmu
dalam mimpi Dan jawablah segala pertanyaan
tentang masa depan dengan doa
Kirimkan doa dan akan ku
dengarkan dengan hati Terimakasih sahabatku,
Terimakasih atas segala.

MAKA SAYA LEBIH BAIK DIAM

Jika saya bercerita sekarang,
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari
kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.

Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,
Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan,
Bekerja pada hati setiap orang.

Senin, 13 Februari 2012

SAYAP-SAYAP PATAH( Kahlil Gibran)

Add caption
Wahai langit .... Tanyakan pada-Nya Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini .... Begitu rapuh dan mudah terluka .... Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh .... Saat berselimut cinta dan asa .... Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini .... Mengisi kekosongan di dalamnya Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih Menimbulkan segudang tanya .... Menghimpun berjuta asa .... Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira .... Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa .... Menghimpit bayangan .... Menyesakkan dada .... Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa .... Wahai ilalang .... Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ? Mengapa kau hanya diam .... Katakan padaku .... Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini .... Sesuatu yang dibutuhkan raga ini .... Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali .... Desiran angin membuat berisik dirimu .... Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku .... Aku tak tahu apa maksudmu .... Hanya menduga .... Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana .... Menunggumu dengan setia .... Menghargai apa arti cinta .... Hati terjatuh dan terluka .... Merobek malam menoreh seribu duka .... Kukepakkan sayap - sayap patahku .... Mengikuti hembusan angin yang berlalu .... Menancapkan rindu .... Di sudut hati yang beku .... Dia retak, hancur bagai serpihan cermin .... Berserakan .... Sebelum hilang diterpa angin .... Sambil terduduk lemah Ku coba kembali mengais sisa hati .... Bercampur baur dengan debu .... Ingin ku rengkuh .... Ku gapai kepingan di sudut hati .... Hanya bayangan yang ku dapat .... Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya .... Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini .... Ia telah patah .... Tertusuk duri yang tajam .... Hanya bisa meratap .... Meringis .... Mencoba menggapai sebuah pegangan .... 
follow